SMK AL-ISLAM SURAKARTA

SMK AL-ISLAM SURAKARTA

Jumat, 07 Februari 2014

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI KUWAIT


1.      Kuwait pra Islam
Kuwait pada masa pra islam ataupun pada awal-awal Islam merupakan satu pemerintahan di Irak. Dan Kuwait sendiri belum pernah disebutkan dalam sejarah. Dahulu orang-orang arab biasanya berkemah di tempat ini pada musim hujan lebat dan pergi meninggalkannya. Ditempat ini belum dibangun sampai akhirnya keluarga Sabah datang pada abad 12 H/18 M. Kuwait ini terletak di ujung Teluk Persia.
2.      Masuknya Islam di Kuwait
Islam masuk ke negara Kuwait ini ketika negeri ini masih merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Persia. Awalnya diperkirakan terjadi sekitar tahun 15-30 H, ketika Khalifah Umar bin Khattab membebaskan wilayah-wilayah kekuasaan Persia. Kukuasaan Persia di wilayah itu berakhir pada tahun 30 H, ketika kota Madain jatuh ketangan pasukan Islam untuk memantapkan kekuasaan Islam diwilayah ini, Khalifah Umar mengangkat Sad bin Abi Waqas sebagai amir di Basra sejak itu resmi wilayah Kuwait menjadi bagian dari dunia islam dan penduduknya dengan tulus menjadi pemeluk islam. 
3.      Kuwait pada Periode Klasik
Pada periode ini, sejak Basra dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash yang diangkat oleh Umar wilayah ini merupakan kedaulatan dari Islam. Begitu juga ketika tampuk kekuasaan berganti masa dan berganti dinasti, dari masa khalifah Usman bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, dinasti Umayyah, dan dinasti Abbasiyah. Kuwait merupakan wilayah kekusaannya.
4.      Zaman Pertengahan
Pada masa klasik maupun pertengahan, wilayah yang sekarang menjadi wilayah Kuwait merupakan wilayah yang tergabung dengan Irak. Dengan demikian sejarah Kuwait sangat berkaitan erat dengan sejarah Irak.
Pada tahun 1508 M Irak dan Kuwait berada di bawah kendali kerajaan safawiyah di Persia, namun pada tahun 1533 M Turki Usmani berhasil merebut Irak dan mengembagkan pengaruhnya disana, sementara Kuwait berada dalam setatus quo yang memang penduduknya sangat jarang dengan wilayah yang kurang mendukung.
Tetapi kemudian sekitar awal abad 18 M terdapat tiga suku yang datang ke Kuwait dan mulai mengembangkan kehidupan disana. Setelah wilayah itu mereka kuasai, terjadilah kesepakatan antara ke tiga suku pendatang itu untuk membentuk suatu pemerintahan, suku As-Sabah terpilih untuk memegang kekuasaan, sementara suku Kholifah dan Jalahimah bertugas dibidang peternakan, perikanan, pertanian, dan perdagangan.
Penguasa di Kuwait yang pertama kali di perintah oleh Sultan Sabah bin Jabir dari suku As-Sabah, dan dinasti tersebut memerintah hingga saat ini. Tidak lama setelah Sultan Sabah bin Jabir bekuasa terdapat ancaman dari kekuasaan Turki Usmani yang terdapat di Irak, kemudian dikirimlah seorang utusan untuk menghadap penguasa Turki Usmani di Basra. Setelah peristiwa itu Kuwait berada dalam pengaruh kesultanan Turki Usmani, dan untuk menagatur masyarakat dan hubunganya dengan kesultanan Turki Usmani dipilihlah seorang amir yang dipegang oleh keturunan Sabah yakni Sabah II.
5.      Zaman Modern
Pada akhir abad ke 18, Inggris mulai memperluas pengaruhnya di Teluk Persia dan Suriah, dan berusaha merengangkan hubungan antara Kuwait dengan Turki Usmani. Karena pengaruh Inggris yang semakin bertambah, pada tahun 1897 Syekh Mubarok As-Sabah mengirim surat kepada Inggris, mengusulkan Kuwait berada di bawah naungan Inggris. Dua tahun  kemudian Inggris menerima tawaran itu, dan semenjak itu Kuwait berada di bawah protektorat Inggris. Ketika perang dunia I Kuwait terlibat dalam peperangan melawan Turki Usmani, yang kemudian dimenangkan oleh Kuwait beserta sekutu-sukutunya.
Pada tahun 1934 mulai ditemukan sumber minyak di Kuwait, dan mulai pengeboran pada tahun 1936 dengan kerja sama dengan Amerika Serikat. Minyak telah mengubah wajah Kuwait menjadi salah satu negara terkaya di Semenanjung Arab, bahkan pada tahun 1953 Kuwait menjadi negara pengekspor minyak terbesat di Teluk Persia.
6.      Zaman Kontemporer
Pada tanggal 19 Juni 1961, Kuwait memperoleh kemerdekaanya dari Inggris , namun enam hari kemudian Iraq mengklaim bahwa senenarnya Kuwait merupakan bagian dari Irak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About